Tanggal Hari Ini : 20 Apr 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Jual Tas di Toko Online Lebih Mudah Menjalankannya
Senin, 06 Agustus 2012 11:25 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Tahun 2005 Vidia Chairunisa (26), sudah mulai berbisnis. Ia berbisnis perhiasan dari mutiara. Ia kulakan perhiasan mutiara dari Lombok, NTB kemudian dijual kembali di acara pameran di Jakarta.  Jenuh mengikuti berbagai pameran, Vidia ingin suatu membuka gallery perhiasan mutiara di Bandung.

Saat sedang mencari ruko untuk dijadikan gallery tersebut, Vidia melihat begitu banyak produk tas-tas wanita murah dengan kualitas yang menurutnya bagus di jual di sini. Ia pun memutuskan membeli tas wanita sebanyak 16 buah, dengan total belanja sebesar Rp 800 ribu.

Di Berbagai pameran yang diikutinya, tas-tas wanita tersebut dijual bersamaan dengan aneka perhiasan. Harganya, tentu mengikuti segmen pasar yang ada. Bisa berkali-kali jika dibandingkan dengan harga belinya.

Tahun 2009, prospek bisnis tas wanita ternyata lebih kinclong dibanding  bisnis perhiasan dari mutiara. Ia memutuskan untuk memproduksi tas sendiri dengan menggandeng para perajin tas wanita dari Garut dan Bandung. Vidia yang bertugas mendisain dan membeli bahan, sedangkan pekerjaan menjahit dan produksi dilakukan oleh para perajin yang menjadi mitranya.

Soal disain misalnya, ia memilih  ‘menyontek’ meskipun tidak secara utuh. Caranya, ia mengamati produk-produk yang sedang tren dan banyak diminati di pasaran, terutama di kalangan kelas atas. Ternyata tas yang diberi merek Gembool ini laris di pasaran.

Usaha penjualan tas ini semakin hari semakin banyak. Namun, menurut  wanita kelahiran Banyuwangi, 22 Desember 1986 ini, melelahkan karena keuntungannya sangat tipis. Tipis karena keuntungannya habis digunakan untuk menyewa tempat usaha yang cukup besar.

Iapun mencari alternative lain agar dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan dengan  pengelolaan lebih efisien. Ia mulai menggunakan facebook untuk berjualan tas wanita. Ternyata tanggapannya sangat bagus. Awal-awal omzet sehari mencapai Rp 300 ribu, lalu terus meningkat sampai Rp2 juta per harinya.

“Saya mulai berfikir, lebih baik memasarkan secara online daripada melalui offline dan buka toko. Selain tidak harus menyewa ruko yang mahal, tenaga dan modal yang dikeluarkan  juga sedikit, sehingga untungnya lebih banyak.  Selain itu orang-orang yang membeli tidak akan menawar lagi, cukup dikasih diskon sedikit saja pelanggan sudah senang,”jelasnya.

Melihat peluang besar tersebut, Vidia memutuskan merekrut tenaga kerja yang khusus memasarkan secara online. Strategi ini tenyata berhasil, pembelinya bukan hanya datang dari kawasan sekitar Bogor, tetapi datang dari berbagai daerah di  Indonesia bahkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia dan Australia.

Pembelinya juga beragam. Ada yang dipakai sendiri dan ada yang dijual lagi.  Pelanggan yang dari Australia, menurut Vidia, tas yang dibeli  biasanya digunakan sendiri, tetapi kalau pelanggan dari Malaysia, mereka biasanya membeli dalam partai besar karena untuk dijual lagi.

Kini melalui toko online Vidia tak hanya memasarkan tas wanita saja tetapi juga menjual dompet dan wanita karier dan tas wanita untuk ibu rumah tangga. Harga yang ditawarkan relative murah. Agar pelanggan tetap tertarik mengujungi toko onlinenya ia selalu mengeluarkan model-model dan disain baru yang menarik.

Meski pemasaran sudah tidak ada kendala, namun masalah lain mulai muncul. Kendala itu datangnya justeru dari produksi. Pengrajin yang menjadi mitranya jika memperoleh pesanan banyak seringkali kualitasnya  menurun, bahkan kadang-kadang mereka tidak mengerjakan pesanan pekerjaannya. Masalah lain yaitu biaya ongkos kirim kadang cukup mahal, terutama jika pelanggannya berasal dari luar Jawa.

Berawal dari itulah Vidia ingin mengintegrasikan pembukaan reseller  diberbagai daerah seperti di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota besar lainnya, agar pelanggannya dapat memperoleh produk yang diinginkan tanpa harus membayar biaya kirim yang mahal.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari