Tanggal Hari Ini : 19 Jul 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Cepat Atau Lambat Berbelanja di Toko Online Makin Menjadi Kebiasaan
Selasa, 31 Juli 2012 15:28 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Cepat atau lambat berbelanja di toko online akan menjadi kebiasaan bagi masyarakat. Jika kita mulai memiliki toko online dari sekarang, tentu ada banyak keuntungan, setidaknya toko online lebih awal dikenal, dan menjadi terbiasa mengelola sebuah toko online.

Perubahan ini akan terjadi karena adanya perubahan lingkungan dan teknologi yang kian berubah dengan cepat dan mendukung adanya transaksi melalui toko online, misalnya adanya kemudahan pembayaran melalui trasaksi banking yang juga realtime, dan lain-lain. Perubahan lingkungan itu seperti yang terjadi di Jakarta.  Orang Jakarta misalnya, walaupun masih ada yang masih senang bepergian dengan kondisi lalu lintas yang semakin krodit, tetapi dengan adanya jaringan internet yang memungkinkan orang melakukan aktivitas jual beli secara online tanpa harus bertemu di “pasar nyata”, lamban laun perilaku belanja secara offline pun mulai berubah menjadi online.

Banyak kemudahan apabila transaksi tersebut di lakukan secara online. Bagi pembeli, dapat dengan mudah mendapatkan sesuatu yang ia butuhkan tanpa harus bersusah payah berkeliling misalnya, cukup memilih-milih produk melalui foto atau gambar-gambar yang disajikan di situs tersebut, serta membayar sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

 

Pesan Melalui Online

Menurut Eko Sugiono, yang kini menjadi praktisi bisnis toko online ini, ia  pernah di awal tahun 2007 memesan sebuah buku yang diinginkan melalui toko buku online, namanya ‘Toko Buku Amazon’. Sebuah toko buku terbesar di Amerika yang melayani jangkauan penjualan ke seluruh dunia, melalui pemesanan secara online.

Karena bukunya bagus, lanjut Eko, maka ia membeli dan  membayar dengan cara  mentransfer uang pembelian terlebih dahulu seharga yang sudah ditentukan. Satu bulan kemudian buku baru yang ia pesan tersebut baru diterima. Ia memperhatikan, bahwa kiriman paket buku yang ia pesan tersebut ternyata dikirim bukan dari tempat Toko Buku Amazon berada, yaitu di Amerika Serikat, tetapi dikirim dari negara lain, tempat buku tersebut diterbitkan.

“Belakangan saya baru tahu bahwa Toko Buku Amazon yang notabene adalah salah satu toko buku terbesar di dunia yang mampu menjual produknya di seluruh dunia secara online dengan omzet sangat fantastis ini ternyata sebuah toko buku besar tanpa punya gudang buku sendiri. Gudang bukunya ada di mana-mana. Ia hanya ‘menjual’ saja,” dengan bermodalkan foto-foto dan diskripsi produk yang dijualnya,” ujar Eko.

 

Ada yang Menjual Ada yang Melayani

Sukses Amazon menjual buku tanpa harus mempunyai stok sendiri buku yang mereka jual ternyata ada rahasianya. Ternyata, lanjut Eko,  mereka memakai system dropship, mereka yang mejual, orang lain atau pihak lain yang melayani atau mengirim.

 Menurut Eko, baginya, dan juga bagi jutaan pelanggan Amazon, tidak masalah barang atau produk dikirim dari mana-mana, yang penting buku yang ia cari ada dan pelayanannya sesuai dengan informasi yang mereka sampaikan di situs mereka.

 

Bisa Berjualan Apapun

Pengalaman membuat Toko Online juga diungkapkan Alwi Mukadar. Menurut Alwi,  membuka toko online berpotensi mendapatkan pembeli dari mana-mana. Bisa dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri, tergantung target market yang disasar. .

“Berjualan di Toko Online memungkinkan kita untuk jualan apapun di internet baik berupa produk maupun jasa, semuanya bisa di jual, bahkan sangat mungkin pembeli berasal dari mana-mana, bisa dari luar daerah atau luar pulau. Bahkan dari luar negeri, karena apa yang kita tampilkan di toko kita atau situs kita ternyata di butuhkan di tempat lain,” ujar Alwi.

Menurut Alwi, membangun bisnis dengan membuka toko online memungkinkan usaha dapat lebih cepat pertumbuhannya, meskipun bisnis tersebut baru dirintis.

“Dengan toko online, kita bebas memberikan informasi selengkap-lengkapnya tentang produk yang kita miliki,  apalagi toko online kita tersebut dapat dengan mudah di cari orang atau di mesin pencari situs di internet, bisa-bisa omset kita meledak karena setiap hari selalu ada order.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari